![]() |
| Madiun Kota GADIS (Perdagangan & Industri) |
1. Nasi Pecel Pincuk Madiun (Depot Nasi Pecel 99)
![]() |
| Nasi Pecel Madiun (sumber gambar) |
Jalan-jalan ke Madiun tak lengkap bila tidak mencicipi kuliner khasnya, apalagi kalau bukan nasi pecel. Nyaris di setiap sudut kota kita bisa mendapati tempat yang menjajakan makanan rakyat nan sehat dan murah meriah ini. Namun di antara kesemuanya, ada satu lokasi yang menjadi sentra kuliner pecel Madiun yakni Jalan HOS Cokroaminoto.
Di sepanjang jalan tersebut ada banyak warung pecel yang bisa dipilih, salah satunya yang cukup terkenal adalah Depot Nasi Pecel 99. Popularitas tempat makan ini makin meroket terutama setelah menjadi tempat favorit Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersantap pecel bila sedang berada di Madiun. Beliau sangat terkesan dengan citarasa Pecel Madiun yang dijajakan. Pejabat negara lain dan beberapa selebritas ibukota juga tak ketinggalan menjadikannya tempat santap favorit.
Depot Nasi Pecel 99 kabarnya sudah berdiri sejak tahun 1987, sehingga tak heran jika pelanggannya sangat banyak. Dari segi rasa mungkin tidak jauh berbeda dari warung pecel lain yang ada di Jl. HOS Cokroaminoto, tapi tiap orang tentunya mempunyai selera masing-masing. Pecelnya terdiri dari aneka macam sayuran seperti daun pepaya, kecambah, kacang panjang, petai cina, daun kemangi, dll. Sambal pecel yang berbahan dasar kacang tanah disiramkan di atas racikan nasi dan sayuran.
Rasa bumbu kacang yang gurih-pedas menjadi kunci kelezatan Pecel Madiun 99. Pembeli bisa memilih yang rasa pedas ataupun sedang. Karakter rasa sambal pecel di Madiun memang sedikit berbeda dari Jawa Tengah atau Yogyakarta yang cenderung lebih manis. Taburan serundeng membuat rasa gurih makin intens, sekaligus memberi aroma sedap yang khas. Alas daun pisang menghadirkan nuansa ndeso yang ngangeniketika menyantapnya.
Pecel Madiun bisa dikombinasikan dengan beberapa pilihan lauk seperti empal daging, paru, babat, telur mata sapi, mendoan, ayam goreng, dsb. Ada juga rempeyek kacang dan kerupuk puli / kerupuk lempeng, pelengkap wajib ketika bersantap Pecel Madiun. Makanan rakyat khas Jawa Timur ini bisa disantap kapan saja, baik untuk sarapan, makan siang, ataupun makan malam. Dan dalam kurun waktu itu anda tidak akan kesulitan mencari tempat yang menjajakannya.
2. Brem Khas Kota Madiun
![]() |
| Brem Asli Khas Madiun (sumber gambar) |
Selain pecel, ada satu lagi makanan yang identik dengan kota Madiun, yakni Brem. Bedanya, yang satu ini lebih dikategorikan ke dalam jenis kudapan atau makanan kecil. Brem merupakan buah tangan favorit para pelancong yang berkunjung ke Madiun. Rasanya yang unik menjadi pembeda dari jenis makanan lain.
Brem terbuat dari fermentasi ketan yang kemudian diambil sarinya dan diendapkan selama sehari semalam. Hasilnya lantas dicetak menjadi bentuk persegi. Proses pembuatannya bisa dibilang cukup rumit karena harus melalui beberapa tahapan dan tidak bisa sehari jadi. Tahapan yang banyak memakan waktu adalah proses pengeringan/penjemuran. Ini karena Brem harus dijemur di bawah sinar matahari langsung. Kalau sedang musim penghujan, proses perngeringan bisa lebih lama lagi. Sementara itu, pengeringan dengan alat seperti oven bisa membuat hasil tidak maksimal, termasuk dari segi rasanya.
Proses pembuatan Brem diawali dengan menanak beras ketan. Beras ketan yang digunakan harus kualitas yang baik agar hasilnya maksimal. Untuk itu produsen ada yang memilih menggunakan beras ketan impor dari Vietnam. Produk lokal di pasaran seringkali mengecewakan karena sudah terlalu banyak campuran beras nasinya. Beras ketan yang telah matang didiamkan sebentar agar dingin lalu ditaburi ragi hingga rata. Bahan tersebut kemudian diperam selama kurang lebih 1 minggu agar bisa menjadi tape yang manis.
Selanjutnya tape ketan diperas air sarinya dan direbus di atas api besar hingga mengental. Adonan sari tape ini kemudian dimasukkan dalam mesin pengaduk dan ditambahkan soda kue agar saat kering nanti Brem bisa mengembang dengan bagus dan tidak banyak terbentuk rongga udara. Setelah itu adonan dituangkan ke dalam cetakan-cetakan yang berbentuk persegi dan didiamkan dulu semalaman. Keesokan paginya barulah adonan tersebut dijemur di bawah terik matahari hingga kering. Langkah terakhir adalah pengemasan.
Brem mempunyai citarasa asam-manis dan ada sensasi semriwing yang khas di lidah ketika menyantapnya. Barangkali ini karena efek hasil fermentasi. Brem tak perlu dikunyah, cukup dengan dikulum atau ditempel ke lidah dia akan lumer dengan sendirinya. Terasa ringan dan menyenangkan. Selain rasa orisinal, sekarang Brem juga tersedia dalam berbagai varian rasa seperti strawberi, melon, dan durian.
Di Madiun ada lokasi yang dikenal sebagai sentra pembuatan Brem, tepatnya di Desa Kaliabu, Kecamatan Caruban. Disini Brem diproduksi dalam skala industri rumah tangga. Meski demikian, jejak distribusinya sudah mencapai tempat-tempat yang jauh seperti Bali dan Kalimantan. Itu belum termasuk berbagai kota di Pulau Jawa. Oleh karena itu, anda pun barangkali sudah bisa menemukan Brem khas Madiun ini di banyak toko oleh-oleh di kota anda.
(dengan perubahan)


